Senin, 20 Juli 2015

Trip to Flores! (Desa Waerebo)

Selamat pagi!😃
Lebaran udah selesai, sebentar lagi bakal balik ke rutinitas semula. Sebelum balik ke rutinitas, gue bakal ngelanjutin lagi Trip to Flores! Kali ini gue akan ngebahas tentang tour ke desa waerebo! 

Desa waerebo letaknya ada di tengah pegunungan gitu lah. Nah untuk transportasi nya sendiri kita harus naik mobil dari Labuan Bajo.

Oiya untuk informasi aja. Listrik belum sampai loh ke kampung komodo dan kampung kampung atau pulau pulau di sekitar NTT kecuali Labuan Bajo. Pulau Rinca juga belum ada listrik. Hanya ada beberapa rumah yang menggunakan genset. Itupun hanya dinyalakan pada malam hari. Jadi kalau mau nonton tv ataupun cas handphone harus tunggu malam datang. 

Setelah kami menginap semalam, kami bangun, saur, dan segera siap siap berangkat setelah sahur. Kami harus berangkat sangat pagi untuk menghindari arus laut yang cukup ganas apabila siang sudah mulai muncul. 

Dari kampung komodo, kami pergi ke Labuan Bajo. Dari kampung komodo ke Labuan Bajo menggunakan kapal nelayan itu membutuhkan waktu sekitar 6 jam. Kami berangkat pagi dan sampai sana siang. Kami segera cari penginapan.

Setelah mecari penginapan, kami istirahat. Malamnya kami jalan jalan mengelilingi Labuan Bajo. Di Labuan Bajo ini hampir sama seperti di Kuta, Bali! Tourist tourist asing ada dimana mana. Bahkan selama kami disana, kami jarang sekali bertemu sesama orang Indonesia yang sedang berlibur di Flores. Tourist asing lebih cinta sama negara ini dibandingkan bangsanya sendiri. Miris sekali. 

Besoknya, kami siap untuk pergi ke desa Waerebo. Bagaimana cara kami kesana? Kali ini kami menggunakan agen tour. Biayanya sendiri itu adalah 1.015.000 per orangnya. Oiya biaya itu bukan untuk tour ke desa waerebo saja, tapi itu sudah include tour ke cuncaulang. Tour ke Cuncaulang akan gue bahas di Trip to Flores selanjutnya ya.

Lanjut! Perjalanan dari Labuan Bajo ke pintu masuk untuk mulai mendaki ke Desa Waerebo itu sekitar 6 jam. Kami berangkat pukul 5 pagi dan sampai sana pukul setengah 12. Kami istirahat sebentar lalu kami harus membatalkan puasa kami dulu. Karena kami harus trekking 9km untuk bisa sampai ke desa waerebo. 

Setelah makan, sholat, dan segala persiapan lainnya, kami langsung segera berangkat. Oiya peraturan disana, tidak boleh memulai trekking apabila sudah lebih dari jam 3 sore. Karena perjalanan sekitar 4 jam dan kita juga tidak boleh sampai disana lebih dari jam 6. 

Kami mulai trekking jam 1 dan sampai sana jam 5. Tepat 4 jam. 



Foto diatas adalah foto foto kami ketika sedang trekking. Oiya bapak bapak yang memakai baju putih itu adalah porter (pembawa barang) sekaligus penunjuk jalan kami. 

Untuk informasi aja, semua penduduk di desa waerebo adalah katolik. Jadi bagi pengunjung muslim yang datang, kalau mau sholat jangan tanya kiblat. Pakai kompas aja.

Sestelah 4 jam perjalanan akhirnya kami sampai juga! 


Foto diatas adalah pemandangan pertama yang kami lihat ketika sampai di Desa Waerebo. 

Setelah sampai, kami harus bertemu semacam kepala adat nya gitulah. Lalu harus diadakan ritual terlebih dahulu bagi para pendatang. Ritual untuk diperbolehkan mengambil gambar, dan diperbolehkan untuk kegiatan lainnya. 

Karena katanya, kalau kita mengambil gambar tanpa ada ritual terlebih dahulu, semuanya gambar yang kita ambil akan hilang. Jadi kita tidak diperbolehkan melakukan sesuatu apabila belum dilakukan ritual.


Dan itu adalah bapak yang melakukan ritual untuk kami.





Foto diatas adalah beberapa foto yang kami dapat dari desa waerebo. Kami hanya menginap semalam disana. Kami sampai sana sore dan besok paginya pulang. Makanan yang disediakan disana juga sudah seperti biasa. Seperti nasi goreng. 

Oiya ketika kami kesana, kami bersama rombongan dari salah satu sekolah swasta katolik. Jadi ketika kami harus sholat isya kami bingung harus sholat dimana. Akhirnya kami memutuskan sholat diluar ruangan. Di alam. Menghadap pegunungan. Rasanya indah sekali bisa menyatu dengan alam untuk berterima kasih kepada Tuhan. 

Skip.

Ketika pagi datang, kami segera siap siap untuk pulang. Oiya suasana di Waerebo ini dingin sekali! Tapi tenang, kalau mau menginap, sudah disediakan selimut yang anget banget dan gak akan ngerasa kedinginan. 


Dan foto diatas adalah foto kami ketika pagi hari menjelang. Setelah foto foto kami siap untuk pulang. Menempuh jakan 9km lagi. Tapi semuanya gak akan sia sia! Semuanya sudah terbayar ketika sudah merasakan indahnya Desa Waerebo! 

Flores indah sekali! Masih jatuh cinta sama tempat tempat yang gue kunjungin di flores. Di Trip to Flores selanjutnya gue akan membahas tentang perjalanan ke air terjun Cuncaulang! Wah perjalanan itu gak kalah keren! 

Sampai bertemu di Trip to Flores selanjutnya ya! 

3 komentar:

  1. halo mba Aulia boleh minta contactnya mba, buat tanya2 saya rencana solo trip bulan november 2015 ke Werebo dari Labuan Bajo, jika berkenan mohon dibalas ya makasih mba :)

    atau bisa kirim contactnya ke email saya : virsongt@gmail.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh mas. Ini akun line saya: aulianisyafira atau ini no hp saya: 081287135799

      Hapus
  2. Terima kasih mba Aulia, btw pengalamannya keren bgt bisa kesampean sampe Waerebo, itu top bucket list saya tahun ini hehe

    BalasHapus