Sabtu, 23 Mei 2015

Review Film Radio

Halloo! Selamat malam! Malam ini gue mau mereview film 'Radio' yang dikisahkan berdasarkan kisah nyata. So, here we go! 

Menurut gue, film ini menginspirasi banget sih! 

Jadi gini kisahnya, radio ini adalah tokoh utama dari kisah ini. Radio di dalam film ini diperankan oleh cuba gooding jr. Radio ini 'lebih spesial' dibandingkan dengan orang orang sekitarnya. Dia lebih lambat dalam mencerna sesuatu tapi secara keseluruhan dia sama aja sih kayak orang orang sekitarnya. 

Awalnya, radio ini gak punya kegiatan. Sehari-harinya dia cuman keliling sambil membawa keranjangnya dan beberapa kali melihat tim futbol lagi latihan. Akhirnya si coach jones (diperankan oleh Ed harris) ini mulai memperhatikan radio. Dia mulai mencoba mengenal radio lebih lagi. Yang akhirnya coach jones ini bener bener slalu ada buat radio dan bener bener merubah hidupnya radio. 

Sebetulnya, nama asli dari radio bukan radio. Tapi James Robert Kennedy. Kenapa dipanggil radio? Karena ketia coach jones menanyakan namanya, dia gak pernah jawab. Dan james ini jatuh cinta banget sama radio. Dia suka banget dengerin radio. Kemana mana dia  slalu bawa radio dan dia ngerti masalah musik musik yang bagus! 

Dari situlah nama radio berasal. Oiya balik ke coach james. Coach james ini banyak ngelakuin hal untuk radio! Kayak dari mulai mengikut sertakan radio dalam pertandingan futbol. Bukan sebagai pemain, hanya untuk melihat pertandingan. Coach jones juga menyekolahkan radio. Yang awalnya gak bisa nulis dan takut untuk menulis, akhirnya dia mulai nulis. Yang awalnya takut untuk ngomong di depan umum, dia malah jadi pembicara untuk memberitahu menu makanan yang tersedia. 

Ketika ibu dari radio meninggal, akhirnya coach jones yang menemani radio sehari harinya. Yang slalu mengajak radio ke gereja bahkan hingga radio lulus sekolah. 

Radio ini bener bener anak yang baik. Karena 'kelebihan' nya itu dia yang polos dan masih punya hati yang bersih, itu yang menjadikan dia orang baik dan bikin orang orang disekitarnya belajar dari dia. 


Pernah suatu saat, radio dipermainkan oleh 3 orang anak. Radio disuruh untuk menemui salah satu guru di ruang ganti wanita. Awalnya radio menolak, tetapi anak pengganggu tersebut berkata "kamu tidak ingin mengecewakannya kan?" Akhirnya radio setuju untuk pergi ke ruang ganti wanita sendirian. Dan ternyata dia hanya dijebak, tidak ada guru yang ingin menemuinya di sana. Hingga berita ini tersebar, coach jones bertanya kepada radio siapa yang melakukan hal itu kepadanya. Tapi radio berkali kali bilang "tidak" karena dia tidak ingin anak pengganggu tersebut terkena amarah dari coach jones. Akhirnya coach jones bilang "kamu pria yang baik, radio. Bahkan jauh lebih baik daripada saya" 

Kurang lebih ceritanya gitu sih. Menurut gue ini menginspirasi banget. Banyak banget pelajaran yang bisa gue ambil dari film yang berdasarkan kisah nyata ini. 

Seperti, orang baik yang semakin hari semakin punah. Tetapi orang baik ada di dalam seseorang yang seperti radio. Yang dianggap berbeda diantara yang lain. Tapi orang yang normal seperti kita kadang menganggap remeh dan enggan menerima mereka. Lebih baik mana diantara kita dengan mereka? Jauh lebih baik dan lebih mulia mereka. 

Banyak juga pelajaran yang bisa diambil dari coach jones. Dia rela diberi kritik oleh lingkungannya hanya karena mempertahankan keinginannya untuk terus membantu radio sehari harinya. Semakin sedikit bukan orang seperti coach jones di zaman sekarang? Sulit loh mempertahankan keinginan untuk melakukan hal baik dengan kritikan oleh lingkungan sekitar. 

Pas ngeliat film ini, beberapa kali gue nangis hehe. Karena gue bisa ngeliat definisi "orang baik" yang sebenernya di film ini. Gue bisa ngeliat kepolosan dan ketulusan radio dalam melakukan segala sesuatu. Itu bikin gue ngerasa "yaampun gue yang normal tapi gue gak bisa jadi orang baik kayak gitu" dan film ini mendorong gue juga untuk melakukan hal hal baik di hidup gue. Punya keinginan juga untuk membantu orang lain kayak apa yang coach jones lakuin. Pokoknya film ini bener bener ngasih pesan moral banget sih! 

Masih banyak hal hal baik yang dilakukan coach jones dan radio dalam kisah mereka. Masih banyak pesan yang bisa diambil. Silahkan ditonton film radio karena gue jamin itu akan ngebuka mata lo banget! 

Setiap pandangan orang beda beda. Review ini juga cuman menurut pandangan gue aja kok :) silahkan ditonton kalau ingin bikin review sendiri dari film ini. 

Kamis, 23 April 2015

Sukses itu

Sukses menurut gue pribadi cukup mencakup banyak banyak hal. Mungkin gue memang belum bisa dibilang 'sukses' dalam arti umum. Tetapi, kita mempunyai batasan tersendiri untuk pengertian dari kata tersebut kan? Berikut akan gue jabarkan pengertian sukses dari dan untuk diri gue sendiri. 

Sukses menurut gue adalah ketika gue akan bisa hidup dengan menjalani apa yang gue suka. Menjadikan hal tersebut sebagai kegiatan gue sehari-hari. Kalaupun kita belum bisa melakukan itu, mungkin sukses juga ketika kita berhasil mencintai pekerjaan kita sehari hari. Tapi, apa salahnya mencoba menjadikan sesuatu yang kita suka untuk menjadi kegiatan sehari hari? Untuk menjadi penopang kita dalam hidup? Jauh lebih indah kan? 

Sukses adalah ketika manusia tidak akan pernah berhenti belajar. Belajar dalam segi apapun. Dengan cara melakukan, menghafal, membaca buku sebanyak mungkin, mencoba tantangan baru, dan lain sebagainya. Mungkin ditambah dengan sukses adalah ketika belajar tidak lagi menjadi hal yang membosankan. 

Belajar tidak hanya dengan menghafal, menghitung, dan mengikuti semua yang sudah diatur oleh kurikulum. Karena sesungguhnya, belajar jauh lebih luas daripada hal hal diatas. Belajar adalah ketika kita mulai terjung langsung ke dunia. Mempelajari hal hal baru dengan melakukan, bukan menghafal. Mempelajari hal hal baru dengan melakukan apa yang kita suka, bukan karena tuntutan semata. Nikmat bukan ketika kita bisa belajar setiap hari dengan cara yang tidak membosankan, dengan cara melakukan hal yang kita suka tanpa tuntutan lingkungan sekitar. Mungkin itu sukses yang gue impikan. 

Sukses adalah ketika kita akan slalu belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Ketika kita akan terus mencoba untuk memperbaiki diri. Bukan semakin dewasa, yang ada semakin memburuk. Berbicara kasar tanpa juntrungan. Bersikap semakin angkuh padahal belum melakukan apapun di hidup ini. Sikap yang buruk slalu didasari dengan "mengikuti zaman". Karena kita gak akan pernah sukses kalau kita belum bisa menjadi pribadi yang baik. Jadi, slalu belajar untuk menjadi lebih baik adalah salah satu definisi sukses dari dan untuk diri gue sendiri.

Mungkin itu beberapa pengertian sukses menurut diri gue. Gue sendiri belum mencapai semua itu kok, masih mencoba untuk sukses dan memenuhi definisi diatas. Yang penting kita akan slalu mencoba kan? Slalu belajar dan mencoba untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya :) 


Senin, 02 Maret 2015

Penipu Handal

Lelaki itu berparas rupawan. Menyombongkan senyum tampannya setiap detik pada setiap orang yang ditemuinya. Aroma kedewasaan dirinya pun tak bisa dicegah oleh setiap orang yang berada di dekatnya. 

Kecerdasan lelaki itupun tak perlu dielak lagi. Beradaptasi? Tak perlu diragukan lagi. Lelaki itu bagaikan pemenang dalam segala aspek. Manusia yang mendekati sempurna. 

Tak pernah orang orang sekitarnya bertemu dengannya dalam keadaan rapuh ataupun hancur. Mimpi lelaki itupun tak pernah redup. Pemimpi dan penggapai mimpi yang handal. Anggap saja ia memiliki hidup yang sempurna. 

Simpulkan saja dia memiliki segalanya. Itulah penglihatan orang orang sekitar yang slalu mengagumi lelaki itu dari kejauhan. 

Tetapi, lelaki itu tak sepenuhnya sempurna. Lelaki itu tak sepenuhnya menjadi pemenang dalam segala aspek kehidupan. 'Manusia sempurna' itu mendekati kehancuran. Jiwanya rapuh. Ia hanya berpegang teguh pada mimpi-mimpinya. Ia hanya bersandar pada topeng rupawan yang slalu dikenakannya. Mendekati hancur, tetapi belum sepenuhnya hancur. 

Setiap malam, direnungkanlah hidupnya yang menurut sekitarnya, ialah si pemilik hidup yang sempurna. Ia tidak sempurna. Apalagi dengan hidupnya. Hidupnya bagaikan gerbang menuju kehancuran yang disusurinya setiap hari dan setiap detik. Topeng rupawan yang ia kenakan berhasil menipu ratusan orang yang ditemuinya. Ia tak ingin terlihat hancur. Ia ingin menjadi normal seperti kehidupan sekitarnya. Tanpa ragu, ia kenakan topeng itu setiap hari. 

Ia tak ingin dikasihani. Ia ingin berpegang teguh pada mimpinya dan bersandar pada harapannya. Hanya tersisa mimpi dan harapan untuk bertahan hidup. Ketika dilepaskannya topeng itu selesai dari beraktivitas, ia bukan lagi lelaki yang memiliki hidup yang sempurna. Ia hanya seonggok daging yang mendekati kehancuran. 

Lelaki itulah penipu yang hebat. Memiliki jiwa yang kuat. Topeng yang dikenakannya pun tak pernah luput menutupi kehancurannya. Lelaki itulah pemilik hidup yang jauh dari sempurna. Tetapi, masih ada mimpi dan harapannya yang membuatnya masih bertahan di kehidupannya.

Ialah penipu yang hebat.

Rabu, 17 Desember 2014

Karya Besar Indonesia

Malam ini, saya baru saja selesai menyaksikan salah satu maha karya agung Indonesia. Salah satu maha karya besar yang patut menjadi kebanggan tersendiri bagi pemuda pemuda bangsa Indonesia. 

Apakah maha karya ini bertema nasionalisme? Tidak.
Apakah maha karya ini bercerita tentang kekayaan alam Indonesia? Tidak.
Lalu, apa yang saya banggakan dari maha karya agung ini? 
Biar saya jelaskan dan sedikit menyadarkan saya serta siapapun yang membaca tulisan ini. 

Yang dapat saya banggakan dari maha karya besar ini adalah bahasa nya.
Bahasa nya yang disusun dengan sangat indah. 
Bahasa nya yang membuat saya kembali sadar, bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang sangat luar biasa apabila kita dapat menyusunnya dan menggunakannya dengan baik dan benar.
Bahasa yang sederhana tapi tidak sesederhana itu. 
Bahasa yang membangkitkan kembali nasionalisme saya sebagai bangsa Indonesia.
Bahasa yang membuat saya bangga dengan bahasa yang saya gunakan sehari hari nya.
Bahasa yang membuat saya berharap bahwa semua anak muda Indonesia merasakan apa yang saya rasakan. 

Untuk sekali saja, berhenti berbicara "bahasa jepang kalo di artikan ke bahasa indonesia keren ya. Orang jepang bagus banget nyusun kalimatnya" 
"Drama korea ini keren banget blablablabla"
*berbicara dengan bangga menggunakan bahasa asing* 

Tolong. Sekali saja dalam hidup kalian. Berhenti membanggakan produk luar dan mulai melihat kembali ke dalam bangsa ini. 

Siapa bilang bahasa Indonesia hanya susunan kata kata 'alay' yang hanya membuat kita malu sebagai bangsa ini?
Menurut saya pribadi, Bahasa indonesia adalah bahasa yang hampir mendekati kesempurnaan dari makna keindahan yang pernah saya dengar dan saya baca.

Andai saja kalian sadar, kalau bahasa Indonesia memang indah kalau kita bisa menyusunnya dengan baik dan benar. Bukan hanya melencengkan bahasa Indonesia menjadi sesuatu yang semakin lama hanya semakin hancur dimakan oleh zaman. 

Tolong berhenti mengatakan "apaansih bahasa indonesia alay banget" 
Dan tolong berhenti melencengkan bahasa Indonesia atas dasar "mengikuti zaman, biar keliatan gaul" 
Tolong berhenti menertawakan seseorang yang masih mencoba membanggakan bahasa Indonesia karena dia percaya bahwa bahasa Indonesia memang suatu keindahan tersendiri. 
Tolong berhenti untuk lebih membanggakan bahasa bahasa asing dan lebih malu untuk memakai bahasa Indonesia.

Tulisan ini lebih saya utamakan untuk para pemuda bangsa. Tolong sekali saja kalian menyaksikan maha karya agung Indonesia. Kemudian kalian sadar bahwa bahasa Indonesia memang sangat indah. Kalian sadar bahwa bahasa Indonesia adalah salah satu kebanggan tersendiri untuk Indonesia. 
Kalian sadar untuk mulai menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. 

Karena harapan bangsa ini ada di para pemudanya. Semoga kalian dan saya lekas sadar tentang semua ini dan mulai membangkitkan kembali bahasa Indonesia. Mulai bangga menggunakan bahasa Indonesia tanpa perlu ada rasa khawatir "ah nanti gue diketawain pake bahasa indonesia. Nanti dibilang alay" 

Indonesia masih butuh para pemuda nya. Saatnya bahasa Indonesia bangkit kembali dari keterpurukannya. 

Rabu, 16 Juli 2014

Just let It Flow

Pernah ngerasain gak, ketika kita nganggep seseorang tuh berarti banget buat kita tapi seseorang itu menganggap kita seperti yang lain, biasa, gak terlalu berarti. Pernah? 
Ketika kita tau kita gak pernah menjadi seseorang yang berarti itu, tapi kita tetap milih bertahan sama mereka. Aneh ya, tapi kenyataannya banyak yang ngalamin kayak gitu. 
Nyakitin sih bertahan dengan seseorang yang bahkan gak nganggep bahwa kita berarti juga buat mereka. Tapi kayaknya lebih nyakitin lagi kalo kita ngelepasin mereka. "When you're too in love to let it go" yakan? 

Ketika kita merasa, kita jadi satusatunya seseorang yang jadi tempat curhat lah atau cerita dan lain sebagainya. Tapi kenyataannya, kita bukan satu satunya. Ternyata dia emang bersikap kayak gitu sama semua orang. Sakit ya? 
Ketika mereka menjadi satu satunya yang berarti buat kita, tapi kita bukan apa apa buat mereka. 

Sama aja kayak istilah "bertepuk sebelah tangan" atau "mengagumi seseorang dalam diam".
Karena, kalau kita ngungkapin semuanya ke seseorang yang berarti buat kita itu, kadang itu ngerusak sebuah hubungan. Dan karena kita gak mau ngerusak hubungan itu, akhirnya semuanya kita pendem sendiri yang cuman bisa nyakitin diri sendiri setiap waktunya.

Aneh tapi nyata. Memilih bertahan sama seseorang yang gak nganggep kita. Memilih untuk tetap mengagumi seseorang yang bahkan gak peduli sama kita. Menganggap seseorang itu berarti banget buat kita padahal kita gak pernah menjadi berarti buat mereka. 

"When you're too in love to let it go. But if you never try you'll never know. Just what you're worth" Coldplay - Fix You. 

Lirik di atas udah menjelaskan semuanya. Kadang kita gak bisa ngelepasin sesuatu karena emang sesuatu itu nyakitin banget kalo sampe dilepasin dan akhirnya kita memilih bertahan. 
Tapi kalian sadar gak? Kalian udah membuang buang waktu kalian untuk sesuatu yang bahkan gak menghargai kalian. Bukannya waktu kalian terlalu berharga buat itu semua? Bukannya waktu kalian tidak sepadan buat itu semua? Bukannya diri kalian sendiri bahkan tidak sepadan untuk bertahan dengan sesuatu yang bahkan gak menghargai diri kalian sendiri? 
Tenang. Kalian gak perlu setakut itu. Just let it flow. Kalo emang seseorang itu berarti di hidup kalian dan emang mereka pantes buat memasuki hidup kalian, tuhan pasti kasih jalan. Pasti dikasih jalan yang mudah. Gak perlu setakut itu dan gak perlu membuang buang waktu kalian kayak gitu. 

Kalau memang orang itu gak pantes buat kalian, gak berhak memasuki kehidupan kalian, tuhan juga gak akan kasih jalan. Karena itu yang terbaik buat kalian. Jadi, percuma dong kalo kalian buang buang waktu buat sesuatu yang bahkan gak akan pernah memasuki kehidupan kalian. Waktu kalian terlalu berharga buat itu semua. 

Kadang, kalian cuman harus menikmati momen yang ada. Lupain semuanya. Tuhan pasti kasih jalan buat semuanya. Pasti dikasih yang terbaik. Yang sepadan untuk kalian. 
Maka dari itu, sebelum kalian memilih untuk bertahan dengan seseorang, hargai dulu diri kalian sendiri. Kalian orang hebat. Orang yang kalian pilih untuk bertahan harus orang yang sepadan. Karena waktu kalian itu terlalu berharga untuk orang orang yang tidak pernah sepadan untuk kalian :) 





Jumat, 28 Maret 2014

Untuk Kalian

Hari ini, kita mulai mengukir sebuah kenangan yang akan kita kenang di masa tua nanti. Memulai semuanya dari awal kembali. Membuka lembaran baru dalam bab baru yang akan kita ukir dengan manis. Menyusun kembali beberapa kisah yang sempat kita lenyapkan dalam tidur kita masing-masing.

Bukan hal yang mudah memang untuk menyusun kembali segala sesuatu yang sempat kita acuhkan. Namun, bersamamu, hal tersebut akan jauh lebih mudah apabila kita sudah melaksanakannya dan menjalankannya.

Kita yang sekarang, jauh lebih baik dibandingkan kita yang dulu. Untuk kesekian kalinya, waktu menunjukkan keramahannya.

Dulu, bukan seperti ini cara kita berbincang. kaku, masih mencari topik bahasan yang akan kita bicarakan, dan hal lain sebagainya. Namun, untuk apa kita melihat kembali ke belakang hanya untuk membandingkan kita yang sekarang dengan kita yang dulu? kita hidup di masa kini, bukan masa lalu.

Kini, saatnya aku memperjuangkanmu. Memperjuangkan kisah kita yang sempat kita enyahkan.
Kini, saatnya aku mempertahankanmu seperti apa yang kamu lakukan dulu untuk mempertahankanku.
Berhenti dengarkan apa kata mereka. Ini kisah kita, bukan mereka. Kita yang mengambil alih kisah ini, bukan mereka.

Karena kamu pantas untuk diperjuangkan. Berhenti hiraukan mereka yang hanya melihatmu dengan cemburu. Acuhkan mereka yang hanya iri melihat kisah hidupmu. Kamu yang mengambil alih ceritamu, bukan mereka.

Karena kamu pantas untuk dipertahankan. Lupakan mereka yang pernah meninggalkanmu di belakang. Kamu layak mendapatkan hal yang lebih baik dari itu.

Lupakan, hiraukan, acuhkan.
Karena aku disini hadir untuk menunjukkan kepadamu seberapa pantas kamu untuk diperjuangkan dan dipertahankan.

Jumat, 14 Maret 2014

Melawan Waktu

Suatu hari nanti, mimpimu akan menjadi kenyataan. Aku percaya kamu bisa. Jangan pernah remehkan dirimu sendiri. Mimpimu menantimu disana. Beberapa mimpi yang kini telah menjadi rahasia umum maupun mimpi tertentu yang pernah kamu bangun bersamaku, dulu.

Waktu selalu menjadi musuh terberat kita. Tapi, kamu selalu meyakinkanku bahwa kita mampu melawan waktu. Suara detik jam adalah suara yang paling kita benci, karena kita berdua tahu, suatu saat nanti mungkin kita tidak akan merakit mimpi kita bersama lagi seperti saat ini.

Dengan bangga, dulu, kamu berbagi mimpimu bersamaku.
kamu bilang, "suatu saat nanti kita akan membangun rumah sakit di desa-desa terpencil, membantu mereka dengan memberi pengobatan gratis. kamu dan aku akan membangun hal ini bersama sama. kita akan sukses bersama sama!"
salah satu mimpimu yang tidak akan pernah aku lupakan

kamu juga pernah bilang, "kalau suatu saat aku menjadi penulis nanti dan novel yang telah aku buat akan diwujudkan dalam bentuk film, aku ingin kamu mengisi backsound dari filmku tersebut"
Kalimat terindah yang pernah aku dengar. Kalimat yang secara tersirat menunjukkan, kamu yakin dan percaya atas mimpiku dan kemampuanku disaat orang lain hanya menjatuhkan dan merendahkan mimpiku.

Terhanyut akan mimpi kita, waktu kembali menjadi penghalang. kamu menemukan tempat yang baru untuk menuangkan segala mimpi-mimpimu. Tempat yang mungkin menurutmu jauh lebih nyaman dibanding dengan berbagi mimpimu bersamaku. Hingga kamu melupakan semua mimpi tersebut. Mimpi-mimpi itu mungkin akan tinggal diam menjadi kenangan atau hanya sekedar angin lalu.

Kini, aku hanya bisa mengagumi mimpi-mimpimu. mimpi yang mulia dan suci. Mimpi yang aku yakin, kamu mampu mewujudkannya, walaupun tanpa aku di dalamnya.
Kini, aku hanya bisa menangis di belakang layar. Berharap waktu dapat bersikap baik kepadaku. Merindukanmu dan mimpi-mimpi kita.

Hingga akhirnya, aku terus berjuang melawan waktu dan sampai saat ini aku masih berjuang untuk mendengarkan kembali mimpi-mimpi kita.