Rabu, 17 Desember 2014

Karya Besar Indonesia

Malam ini, saya baru saja selesai menyaksikan salah satu maha karya agung Indonesia. Salah satu maha karya besar yang patut menjadi kebanggan tersendiri bagi pemuda pemuda bangsa Indonesia. 

Apakah maha karya ini bertema nasionalisme? Tidak.
Apakah maha karya ini bercerita tentang kekayaan alam Indonesia? Tidak.
Lalu, apa yang saya banggakan dari maha karya agung ini? 
Biar saya jelaskan dan sedikit menyadarkan saya serta siapapun yang membaca tulisan ini. 

Yang dapat saya banggakan dari maha karya besar ini adalah bahasa nya.
Bahasa nya yang disusun dengan sangat indah. 
Bahasa nya yang membuat saya kembali sadar, bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang sangat luar biasa apabila kita dapat menyusunnya dan menggunakannya dengan baik dan benar.
Bahasa yang sederhana tapi tidak sesederhana itu. 
Bahasa yang membangkitkan kembali nasionalisme saya sebagai bangsa Indonesia.
Bahasa yang membuat saya bangga dengan bahasa yang saya gunakan sehari hari nya.
Bahasa yang membuat saya berharap bahwa semua anak muda Indonesia merasakan apa yang saya rasakan. 

Untuk sekali saja, berhenti berbicara "bahasa jepang kalo di artikan ke bahasa indonesia keren ya. Orang jepang bagus banget nyusun kalimatnya" 
"Drama korea ini keren banget blablablabla"
*berbicara dengan bangga menggunakan bahasa asing* 

Tolong. Sekali saja dalam hidup kalian. Berhenti membanggakan produk luar dan mulai melihat kembali ke dalam bangsa ini. 

Siapa bilang bahasa Indonesia hanya susunan kata kata 'alay' yang hanya membuat kita malu sebagai bangsa ini?
Menurut saya pribadi, Bahasa indonesia adalah bahasa yang hampir mendekati kesempurnaan dari makna keindahan yang pernah saya dengar dan saya baca.

Andai saja kalian sadar, kalau bahasa Indonesia memang indah kalau kita bisa menyusunnya dengan baik dan benar. Bukan hanya melencengkan bahasa Indonesia menjadi sesuatu yang semakin lama hanya semakin hancur dimakan oleh zaman. 

Tolong berhenti mengatakan "apaansih bahasa indonesia alay banget" 
Dan tolong berhenti melencengkan bahasa Indonesia atas dasar "mengikuti zaman, biar keliatan gaul" 
Tolong berhenti menertawakan seseorang yang masih mencoba membanggakan bahasa Indonesia karena dia percaya bahwa bahasa Indonesia memang suatu keindahan tersendiri. 
Tolong berhenti untuk lebih membanggakan bahasa bahasa asing dan lebih malu untuk memakai bahasa Indonesia.

Tulisan ini lebih saya utamakan untuk para pemuda bangsa. Tolong sekali saja kalian menyaksikan maha karya agung Indonesia. Kemudian kalian sadar bahwa bahasa Indonesia memang sangat indah. Kalian sadar bahwa bahasa Indonesia adalah salah satu kebanggan tersendiri untuk Indonesia. 
Kalian sadar untuk mulai menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. 

Karena harapan bangsa ini ada di para pemudanya. Semoga kalian dan saya lekas sadar tentang semua ini dan mulai membangkitkan kembali bahasa Indonesia. Mulai bangga menggunakan bahasa Indonesia tanpa perlu ada rasa khawatir "ah nanti gue diketawain pake bahasa indonesia. Nanti dibilang alay" 

Indonesia masih butuh para pemuda nya. Saatnya bahasa Indonesia bangkit kembali dari keterpurukannya. 

Rabu, 16 Juli 2014

Just let It Flow

Pernah ngerasain gak, ketika kita nganggep seseorang tuh berarti banget buat kita tapi seseorang itu menganggap kita seperti yang lain, biasa, gak terlalu berarti. Pernah? 
Ketika kita tau kita gak pernah menjadi seseorang yang berarti itu, tapi kita tetap milih bertahan sama mereka. Aneh ya, tapi kenyataannya banyak yang ngalamin kayak gitu. 
Nyakitin sih bertahan dengan seseorang yang bahkan gak nganggep bahwa kita berarti juga buat mereka. Tapi kayaknya lebih nyakitin lagi kalo kita ngelepasin mereka. "When you're too in love to let it go" yakan? 

Ketika kita merasa, kita jadi satusatunya seseorang yang jadi tempat curhat lah atau cerita dan lain sebagainya. Tapi kenyataannya, kita bukan satu satunya. Ternyata dia emang bersikap kayak gitu sama semua orang. Sakit ya? 
Ketika mereka menjadi satu satunya yang berarti buat kita, tapi kita bukan apa apa buat mereka. 

Sama aja kayak istilah "bertepuk sebelah tangan" atau "mengagumi seseorang dalam diam".
Karena, kalau kita ngungkapin semuanya ke seseorang yang berarti buat kita itu, kadang itu ngerusak sebuah hubungan. Dan karena kita gak mau ngerusak hubungan itu, akhirnya semuanya kita pendem sendiri yang cuman bisa nyakitin diri sendiri setiap waktunya.

Aneh tapi nyata. Memilih bertahan sama seseorang yang gak nganggep kita. Memilih untuk tetap mengagumi seseorang yang bahkan gak peduli sama kita. Menganggap seseorang itu berarti banget buat kita padahal kita gak pernah menjadi berarti buat mereka. 

"When you're too in love to let it go. But if you never try you'll never know. Just what you're worth" Coldplay - Fix You. 

Lirik di atas udah menjelaskan semuanya. Kadang kita gak bisa ngelepasin sesuatu karena emang sesuatu itu nyakitin banget kalo sampe dilepasin dan akhirnya kita memilih bertahan. 
Tapi kalian sadar gak? Kalian udah membuang buang waktu kalian untuk sesuatu yang bahkan gak menghargai kalian. Bukannya waktu kalian terlalu berharga buat itu semua? Bukannya waktu kalian tidak sepadan buat itu semua? Bukannya diri kalian sendiri bahkan tidak sepadan untuk bertahan dengan sesuatu yang bahkan gak menghargai diri kalian sendiri? 
Tenang. Kalian gak perlu setakut itu. Just let it flow. Kalo emang seseorang itu berarti di hidup kalian dan emang mereka pantes buat memasuki hidup kalian, tuhan pasti kasih jalan. Pasti dikasih jalan yang mudah. Gak perlu setakut itu dan gak perlu membuang buang waktu kalian kayak gitu. 

Kalau memang orang itu gak pantes buat kalian, gak berhak memasuki kehidupan kalian, tuhan juga gak akan kasih jalan. Karena itu yang terbaik buat kalian. Jadi, percuma dong kalo kalian buang buang waktu buat sesuatu yang bahkan gak akan pernah memasuki kehidupan kalian. Waktu kalian terlalu berharga buat itu semua. 

Kadang, kalian cuman harus menikmati momen yang ada. Lupain semuanya. Tuhan pasti kasih jalan buat semuanya. Pasti dikasih yang terbaik. Yang sepadan untuk kalian. 
Maka dari itu, sebelum kalian memilih untuk bertahan dengan seseorang, hargai dulu diri kalian sendiri. Kalian orang hebat. Orang yang kalian pilih untuk bertahan harus orang yang sepadan. Karena waktu kalian itu terlalu berharga untuk orang orang yang tidak pernah sepadan untuk kalian :) 





Jumat, 28 Maret 2014

Untuk Kalian

Hari ini, kita mulai mengukir sebuah kenangan yang akan kita kenang di masa tua nanti. Memulai semuanya dari awal kembali. Membuka lembaran baru dalam bab baru yang akan kita ukir dengan manis. Menyusun kembali beberapa kisah yang sempat kita lenyapkan dalam tidur kita masing-masing.

Bukan hal yang mudah memang untuk menyusun kembali segala sesuatu yang sempat kita acuhkan. Namun, bersamamu, hal tersebut akan jauh lebih mudah apabila kita sudah melaksanakannya dan menjalankannya.

Kita yang sekarang, jauh lebih baik dibandingkan kita yang dulu. Untuk kesekian kalinya, waktu menunjukkan keramahannya.

Dulu, bukan seperti ini cara kita berbincang. kaku, masih mencari topik bahasan yang akan kita bicarakan, dan hal lain sebagainya. Namun, untuk apa kita melihat kembali ke belakang hanya untuk membandingkan kita yang sekarang dengan kita yang dulu? kita hidup di masa kini, bukan masa lalu.

Kini, saatnya aku memperjuangkanmu. Memperjuangkan kisah kita yang sempat kita enyahkan.
Kini, saatnya aku mempertahankanmu seperti apa yang kamu lakukan dulu untuk mempertahankanku.
Berhenti dengarkan apa kata mereka. Ini kisah kita, bukan mereka. Kita yang mengambil alih kisah ini, bukan mereka.

Karena kamu pantas untuk diperjuangkan. Berhenti hiraukan mereka yang hanya melihatmu dengan cemburu. Acuhkan mereka yang hanya iri melihat kisah hidupmu. Kamu yang mengambil alih ceritamu, bukan mereka.

Karena kamu pantas untuk dipertahankan. Lupakan mereka yang pernah meninggalkanmu di belakang. Kamu layak mendapatkan hal yang lebih baik dari itu.

Lupakan, hiraukan, acuhkan.
Karena aku disini hadir untuk menunjukkan kepadamu seberapa pantas kamu untuk diperjuangkan dan dipertahankan.

Jumat, 14 Maret 2014

Melawan Waktu

Suatu hari nanti, mimpimu akan menjadi kenyataan. Aku percaya kamu bisa. Jangan pernah remehkan dirimu sendiri. Mimpimu menantimu disana. Beberapa mimpi yang kini telah menjadi rahasia umum maupun mimpi tertentu yang pernah kamu bangun bersamaku, dulu.

Waktu selalu menjadi musuh terberat kita. Tapi, kamu selalu meyakinkanku bahwa kita mampu melawan waktu. Suara detik jam adalah suara yang paling kita benci, karena kita berdua tahu, suatu saat nanti mungkin kita tidak akan merakit mimpi kita bersama lagi seperti saat ini.

Dengan bangga, dulu, kamu berbagi mimpimu bersamaku.
kamu bilang, "suatu saat nanti kita akan membangun rumah sakit di desa-desa terpencil, membantu mereka dengan memberi pengobatan gratis. kamu dan aku akan membangun hal ini bersama sama. kita akan sukses bersama sama!"
salah satu mimpimu yang tidak akan pernah aku lupakan

kamu juga pernah bilang, "kalau suatu saat aku menjadi penulis nanti dan novel yang telah aku buat akan diwujudkan dalam bentuk film, aku ingin kamu mengisi backsound dari filmku tersebut"
Kalimat terindah yang pernah aku dengar. Kalimat yang secara tersirat menunjukkan, kamu yakin dan percaya atas mimpiku dan kemampuanku disaat orang lain hanya menjatuhkan dan merendahkan mimpiku.

Terhanyut akan mimpi kita, waktu kembali menjadi penghalang. kamu menemukan tempat yang baru untuk menuangkan segala mimpi-mimpimu. Tempat yang mungkin menurutmu jauh lebih nyaman dibanding dengan berbagi mimpimu bersamaku. Hingga kamu melupakan semua mimpi tersebut. Mimpi-mimpi itu mungkin akan tinggal diam menjadi kenangan atau hanya sekedar angin lalu.

Kini, aku hanya bisa mengagumi mimpi-mimpimu. mimpi yang mulia dan suci. Mimpi yang aku yakin, kamu mampu mewujudkannya, walaupun tanpa aku di dalamnya.
Kini, aku hanya bisa menangis di belakang layar. Berharap waktu dapat bersikap baik kepadaku. Merindukanmu dan mimpi-mimpi kita.

Hingga akhirnya, aku terus berjuang melawan waktu dan sampai saat ini aku masih berjuang untuk mendengarkan kembali mimpi-mimpi kita.

Kamis, 20 Februari 2014

Takut Kehilangan Itu Wajar, Kan?

Takut kehilangan itu wajar, kalah sama keadaan itu yang gak wajar.
kalah sama keadaan yang bikin kita bener bener kehilangan.

Takut kehilangan itu terlalu universal. bisa takut kehilangan orang yang kita sayang, barang yang kita suka, peliharaan, dan lain sebagainya. tapi memang takut kehilangan lebih sering kita dengar ketika seseorang takut kehilangan orang yang mereka sayang. entah pacar, sahabat, keluarga, dan lain sebagainya.

Sadar gak sih? ketika kita menyayangi seseorang atau sesuatu dengan sangat amat, kita akan terlalu overprotective. walaupun gak semua orang kayak gitu. ada juga orang yang sayang sama orang lain dengan sangat amat tapi cuman bisa di pendem sendiri. tapi yang mau gue bahas sekarang adalah ketika kita takut kehilangan akibat sesuatu yang kita rasakan atau kita lakukan secara berlebihan dan ketika perasaan takut kehilangan itu benar benar terjadi seperti apa yang kita pikirkan akibat perasaan kita sendiri dan akhirnya kita kalah sama keadaan.

pernah gak kalian deket banget sama seseorang, dan lo ngerasa setiap lo deket sama seseorang pasti ada aja batesan waktunya, dan semuanya pun berubah.....

kalian sadar gak sih apa yang bikin semua itu berubah? sebenernya kita sendiri. kita suka mikir "kok dia ngejauh sih" "ah dia udah main sama temen lain" "dia marah ya sama gue?" "kok dia berubah sih?" dan berbagai macam pertanyaan lainnya. gue yakin perubahan itu berawal dari pertanyaan pertanyaan di atas. dan tanpa kita sadarin pikiran yang muncul seperti itu membuat kita melangkah mundur secara perlahan. karena apa? karena lo terlalu tersiksa sama pertanyaan pertanyaan lo, lo nyesek sedih mikirin pertanyaan pertanyaan itu yang kalau difikir fikir itu cuman ada di otak lo doang, padahal kalo lo mau coba buat jujur sama orang orang yang lo sayang tersebut, lo akan tau kalau kenyataannya itu gak kayak gitu. itu semua cuman ada di pikiran lo.
pertanyaan pertanyaan tersebut pasti akan muncul ketika lo sayang banget sama seseorang dan lo takut banget kehilangan mereka. dan akhirnya muncullah pertanyaan pertanyaan di atas.

kalau lo biarin pertanyaan pertanyaan itu menguasai pikiran lo, lo akan kalah sama keadaan. lo akan pasrah aja sama apa yang terjadi yang padahal hal itu tuh cuman ada di otak lo. dan akhirnya lepas sudah orang yang lo sayang itu. mereka juga pasti mikir "dia kenapa sih?" tapi lo gak mau jujur, lo pendem sendiri, karena itu gak akan ngerubah apa apa. at least, ketika lo udah jujur, lo akan tau kenyataannya dan lo akan lebih lega dengan pertanyaan pertanyaan itu.

gue pernah ngalamin ini. bisa dibilang orang orang yang sempet gue biarin pergi begitu saja adalah mereka yang merubah gue. mereka itu pijakan pijakan penting dalam hidup gue. dan untuk kesekian kalinya gue selalu kalah sama keadaan. kalah sama pertanyaan pertanyaan yang ngeganggu pikiran gue yang padahal itu cuman ada di otak gue. dan untuk sekarang, mungkin gue akan berusaha buat gak ngalamin ini lagi. gue gak mau kalah sama keadaan lagi. dibodohin sama otak gue sendiri. dan sayangnya mereka udah terlanjur pergi akibat kebodohan gue sendiri.

Disini gue cuman mau nyampein terimakasih buat mereka yang pernah jadi pijakan pijakan penting dalam hidup gue. karena gue belum sempet ngucapin terimakasih ke mereka yang udah terlanjur pergi dari kehidupan gue.
Terimakasih ya telah merubah gue menjadi orang yang lebih baik, terimakasih sempet masuk ke kehidupan gue walaupun untuk sementara waktu, terimakasih untuk semuanya.
Maaf karena gue bisa kalah sama keadaan.
Terimakasih ya! Sukses untuk kalian, semoga mimpi mimpi kalian yang pernah kalian share ke gue bisa jadi kenyataan. amin.


Selasa, 17 Desember 2013

Dangdut Musik Indonesia

"Dangdut is the music of my country" - Project pop

gue setuju sama lirik di atas. bahkan lebih dari sekedar setuju.
Dangdut itu emang musiknya indonesia. ciri khas indonesia. atau bahkan ada yang menganggap dangdut itu kebanggan indonesia.
Dangdut emang musik indonesia yang cukup dinikmati semua kalangan. sedangkan pop, jazz, RnB, akustik dan genre lainnya di indonesia, belum bisa dinikmati semua kalangan. atau mungkin memang karena selera masing masing. tapi yang gue tau pasti, dangdut itu sudah cukup nyaman buat didengarkan di indonesia. kalau enggak, gak mungkin sekarang lagi heboh dangdut beserta joget khasnya di stasiun stasiun tv di indonesia.

kata "kalangan" di atas bukan berarti kalangan atas, menengah, dan kalangan bawah. bukan. kalangan yang gue maksud di atas itu adalah sebuah musik yang semua orang indonesia suka (peminat). memang gak semua, tapi mayoritas nya mengatakan lebih banyak peminat musik dangdut di indonesia dibanding pop, jazz, akustik dan genre lainnya.

tapi terkadang, dangdut suka disalah artikan dan disalah fungsikan oleh beberapa orang indonesia.
seperti, dangdut yang diperlihatkan di kalangan anak anak kecil, dangdut yang diperlihatkan di lingkungan sekolah, dan lain sebagainya.

gue cuman ambil 2 contoh di atas. dangdut yang diperlihatkan di kalangan anak anak kecil dan dangdut yang diperlihatkan di lingkungan sekolah.

kenapa dangdut yang diperlihatkan dikalangan anak anak kecil gue sebut disalah artikan?
ya secara logika, dangdut bukan untuk kalangan anak anak kecil. seharusnya anak anak kecil di dengarkan oleh musik musik seperti tahun '90an dulu. balonku, pelangi, ambilkan bulan, bintang kecil, di obok obok, dan lagu lainnya. dan gue rasa musik untuk anak anak sekarang malah hampir punah. yang ada sekarang anak anak dengerin lagu cinta cintaan. atau bahkan anak anak yang jadi artis bukannya bikin lagu yang kayak gue sebutin tadi, tapi malah cinta cintaan dan lain sebagainya. ini salah satu fakto generasi indonesia bukannya makin membaik tapi malah memburuk. karena mereka udah "melencong" dididiknya sejak kecil. bahkan anak anak kecil sekarang hafal lagu dangdut beserta jogetnya, ya gue rasa sih gak masuk akal aja. dangdut bukan untuk kalangan anak anak kecil.

yang kedua, dangdut yang diperlihatkan di lingkungan sekolah.
yang kedua ini gue sangat amat gak setuju. kenapa gue bisa bilang gak setuju? well, dangdut bukan untuk di lingkungan sekolah. sekolah itu tempat mendidik anak anaknya, kalo anak anaknya di didik dengan lagu dangdut, mau jadi apa murid muridnya nanti?
kalau sekedar menyetel dangdut di lingkungan sekolah, masih gak terlalu masalah. yang dipermasalahin adalah ketika murid murid cewe dan cowo berjoget saling berdekatan atau bahkan hampir menempelkan badan mereka satu sama lain mengikuti iringan lagunya dan bahkan guru guru ikut 'menyawer' murid murid nya dengan uang 50 ribu, 100 ribu. atau bahkan ada guru yang bilang "yang bisa lebih heboh dari ini, saya kasih 100 ribu" jujur gue gak ngerti maksudnya apa. kalo cowo masih wajar lah joget gitu. tapi kalo udah cewe? cewe cowo joget berdekatan atau bahkan hampir mendekatkan badannya satu sama lain, dan 'dibayar' itu hal yang gak masuk akal. gurunya seakan mengajarkan muridnya menjual diri mereka. jujur gue gak suka banget sama hal ini. ini lingkungan sekolah, bukan tempat disco. sangat amat gak pantes kalo ada hal kayak gini disekolah. kalau di tempat lain selain lingkungan sekolah ini masih bisa diterima, tapi kalo dilingkungan sekolah, gue rasa itu gak masuk akal banget.

well, bukan berarti gue gak suka sama dangdut di indonesia. gue menghargai kok. cuman yang gue gak suka ketika dangdut itu disalah artikan dan disalah fungsikan oleh beberapa orang indonesia. gue masih percaya dengan lirik project pop tadi "dangdut is the music of my country" gue masih percaya dan gue masih menghargai itu. tapi terkadang emang kita harus melihat sisi lain dari lirik tersebut.
itu cuman pandangan gue pribadi, maaf kalo ada yang gak sependapat. semoga bermanfaat ya.

Senin, 04 November 2013

Siklus Kehidupan

Suka kefikiran gak sih, kalo siklus kehidupan itu selalu berputar dan berputarnya itu sangat amat cepat. seperti contoh mungkin sekarang lo dari sd mau ke smp, atau dari smp mau ke sma, atau dari sma mau kuliah, dan akan terus berlanjut. padahal rasanya itu baru aja kemaren masuk smp tiba tiba udah mau sma, baru kemaren masuk sma tiba tiba udah mau kuliah dan terus berlanjut.

Gue sedih kalo mikirin siklus kehidupan ini. hmm entahlah, mungkin cuman gue yang berfikir sampe segini jauhnya. tapi gue tau hal yang akan gue bahas ini bakalan gue lewatin ketika gue siap ataupun belum siap, ketika gue udah cukup kuat ataupun gue belum cukup kuat. mungkin emang keluarga gue salah satu jadi keluarga yang 'terpilih' buat ngelewatin semua ini. berat, tapi suatu saat semua hal ini bakal gue lewatin dan mungkin lo akan ngelewatin hal ini juga. mungkin sekarang kita mikir hal ini bakal berat, tapi mungkin juga ketika kita udah ngelewatin hal ini kita akan tau apa yang akan kita lakuin.

hal yang akan gue bahas ini secara pribadi gue suka fikirin setiap malem. mungkin kalian juga kepikiran kayak gue walau cuman sesaat atau mungkin emang lo belum pernah kefikiran hal ini sama sekali. tapi yang gue tau, semua hal ini bakal kita lewatin suatu saat nanti.

Pernah kefikiran gak sih ketika kita tumbuh dewasa, orang tua kita juga ikut menua.
jadi kayak gini, misalnya lo sekarang mau smp atau mungkin mau sma, dari sd yang jadwal nya gak terlalu padet dan ketika lo smp nanti jadwal lo akan lebih padet dari dulu, begitu juga ketika lo dari smp mau sma ataupun seterusnya.
jadi maksud gue kayak gini, ketika kita semakin sibuk sama jadwal sendiri, padet sama jadwal sendiri, tanpa kita sadarin kita udah ngurangin waktu buat kumpul sama keluarga kita. dan tanpa kita sadarin semua kepadetan jadwal kita itu terkadang suka bikin orang tua kita sedih. belum lagi ditambah kalo main terus sama temen dan gak pernah betah dirumah. ada hari sabtu minggu lo malah luangin waktu lo buat temen bukan buat ayah atau ibu lo. kenapa itu bisa bikin ayah atau ibu lo sedih? karena mereka sadar lo bukan anak kecil lagi, mereka sadar lo semakin dewasa dan semakin sedikit waktu untuk keluarga, dan mereka juga sadar semua hal ini bakal mereka laluin.
Ketika lo terlalu sibuk dengan jadwal lo dan temen temen lo, lo gak sadar kalo orang tua lo ikut menua. umur orangtua lo ikut bertambah. jatah hidup orang tua lo ikut berkurang. bukan cuman lo doang.
hal itu selalu gue pikirin setiap malem, seakan melintas begitu saja. dan yang lebih gue takutin adalah ketika gue ngelewatin masa masa itu dan itu kejadian di gue. gue cuman takut "penyesalan" itu bakal dateng di akhir nanti. gue udah pernah ngalamin penyesalan itu dan gue gak mau ngulangin lagi. percaya deh, penyesalan itu gak enak. lebih dari gak enak.

pernah kefikiran juga gak suatu saat lo bakal lepas tanggung jawab dari orang tua lo?
suatu saat lo bakal nikah dan lo bakal lepas tanggung jawab dari orang tua lo. lo tau gak sih apa yang ada di pikiran mereka? mereka takut sama sedih. mereka takut sama sedih kehilangan lo suatu saat nanti. kenapa gue bisa bilang kayak gini? baru aja kemaren gue abis cerita cerita sama ibu gue. kurang lebih percakapannya kayak gini
"udahlah ma gak usah nikah lagi, emang jodoh mama itu papa"
"iya ya mba, nanti kan ketemu lagi di surga nanti. kan kita kumpul lagi nanti"
"iyaaa! gak usah nyari lagi makanyaa. emang jodoh mama itu papa"
"iya mba mama juga udah pasrah aja. yang penting udah usaha"
"naaaahh"
"tapi emangnya nanti mba fira gak nikah? mas daffa gak nikah? nanti mama sendiri. kalo yang ada suami nya sih berdua, kalo mama nanti sendiri gimana?"
"yaudah nanti mama ikut aku aja"
nah kurang lebih itu percakapannya. lo tau gak sih ketika ngedenger itu tuh gue ngerasa bersalah banget. gue takut, sedih. seakan akan gue gak mau dewasa. gue mau segini aja. nemenin ibu gue. gue kesel kalo harus ngelewatin hal itu. dan lebih lebih gue benci kenapa harus ibu gue yang ngalamin kayak gini? kenapa harus keluarga gue yang kayak gini? gue suka kesel sendiri. gue gak ngerti hikmah dari semuanya. yang gue tau, ini gak adil banget.

mungkin kalian gak pernah kepikiran sampe segitunya. tapi kalo lo udah 'paham dan mengerti' apa itu penyesalan dan apa itu kehilangan, percaya deh hal itu seakan akan menghantui pikiran lo setiap waktu. dan semoga lo gak akan ngalamin masa penyesalan itu. masih ada waktu, gunain waktu lo bareng orang tua lo sebaik mungkin. dibalik muka seneng nya mereka di depan lo, mereka itu sedih. mereka selalu ngedoain lo tapi mereka juga sedih. mereka juga manusia biasa, cuman mereka pinter nyembunyiin kesedihan itu dibalik anak anaknya. dan tanpa lo sadarin, hal hal itu mereka fikirin mungkin setiap malem, setiap mereka lagi tahajud, setiap hari mungkin. dan jangan sampe lo ngalamin masa penyesalan itu;)